Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Commuter Line Tabrak Truk Elpiji hingga terbakar di bintaro
Sebenarnya mungkin banyak ide2 atau saran2 yang bagus untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan di perlintasan KA, tapi realitanya kembali lagi ke "adakah uang yang cukup untuk membuatnya?"

Klasik lah, ide/saran yang baik dengan harga yang murah meriah tentu akan lebih diminati untuk diujicobakan/dibuat kan?

Bagaimana jika:

1. Setiap perlintasan KA yang rawan dipasangi CCTV oleh TMC Polda Metro Jaya, video outputnya bisa diliat di PT KA dan di TMC.

2. Kalian tau kan tv layar lebar yang biasanya dipasang di jalan2 besar yang isinya iklan itu? Coba pasang tv itu di beberapa perlintasan rawan dan tayangannya adalah kejadiannya adalah kumpulan kecelakaan di perlintasan KA, kalo bisa ada tayangan korbannya juga (jenasah dsbnya), mungkin itu cukup untuk bikin shock therapy.

Sebenarnya palang dibuat panjang juga bagus asalkan dari pelat baja ato batangan rel, cuma motor untuk menaik/turunkannya ya harus disesuaikan.

Bisa jg tetap pake palang kayu, dipanjangin tapi palangnya dililit kawat berduri atau ditancapkan beberapa paku beton yang panjang-panjang menghadap ke pengguna jalan

Atau mungkin lebih modern dikit, dibawah palang dibikin penghalang dari paku baja yang bisa menggemboskan ban kalo di langgar.

Atau palang baja yang bisa keluar dari bawah seperti yang ada di istana.

Pilihan sih banyak tapi uang yang menentukan
[Image: 00031_Iansbiggrandma_1Oktober2008_NEW320x240.jpg]
Murtini

Lahir: Purwokerto, 12 Desember 1950
Wafat: Jakarta, 17 Juli 2012

Selamat jalan mama. Kelak kita akan bertemu kembali.

Semboyan 40, 41, mama aman berangkat.
Reply
(13-12-2013, 03:30 PM)POERWOKERTO +75M Wrote: Sebenarnya mungkin banyak ide2 atau saran2 yang bagus untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan di perlintasan KA, tapi realitanya kembali lagi ke "adakah uang yang cukup untuk membuatnya?"

Klasik lah, ide/saran yang baik dengan harga yang murah meriah tentu akan lebih diminati untuk diujicobakan/dibuat kan?

Bagaimana jika:

1. Setiap perlintasan KA yang rawan dipasangi CCTV oleh TMC Polda Metro Jaya, video outputnya bisa diliat di PT KA dan di TMC.

2. Kalian tau kan tv layar lebar yang biasanya dipasang di jalan2 besar yang isinya iklan itu? Coba pasang tv itu di beberapa perlintasan rawan dan tayangannya adalah kejadiannya adalah kumpulan kecelakaan di perlintasan KA, kalo bisa ada tayangan korbannya juga (jenasah dsbnya), mungkin itu cukup untuk bikin shock therapy.

Sebenarnya palang dibuat panjang juga bagus asalkan dari pelat baja ato batangan rel, cuma motor untuk menaik/turunkannya ya harus disesuaikan.

Bisa jg tetap pake palang kayu, dipanjangin tapi palangnya dililit kawat berduri atau ditancapkan beberapa paku beton yang panjang-panjang menghadap ke pengguna jalan

Atau mungkin lebih modern dikit, dibawah palang dibikin penghalang dari paku baja yang bisa menggemboskan ban kalo di langgar.

Atau palang baja yang bisa keluar dari bawah seperti yang ada di istana.

Pilihan sih banyak tapi uang yang menentukan

daripada PJL-nya yang dipasang CCTV,,,mending keretanya yang dipasang CCTV,,, kan kecelakaan banyak sebabnya....???
siapa tau kerekam kejadian aneh misal orang bunuh diri di rel,,,,kebo/kambing masuk rel ??!!!Xie Xie
Reply
(13-12-2013, 08:53 PM)rfsampingan Wrote:
(13-12-2013, 03:30 PM)POERWOKERTO +75M Wrote: Sebenarnya mungkin banyak ide2 atau saran2 yang bagus untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan di perlintasan KA, tapi realitanya kembali lagi ke "adakah uang yang cukup untuk membuatnya?"

Klasik lah, ide/saran yang baik dengan harga yang murah meriah tentu akan lebih diminati untuk diujicobakan/dibuat kan?

Bagaimana jika:

1. Setiap perlintasan KA yang rawan dipasangi CCTV oleh TMC Polda Metro Jaya, video outputnya bisa diliat di PT KA dan di TMC.

2. Kalian tau kan tv layar lebar yang biasanya dipasang di jalan2 besar yang isinya iklan itu? Coba pasang tv itu di beberapa perlintasan rawan dan tayangannya adalah kejadiannya adalah kumpulan kecelakaan di perlintasan KA, kalo bisa ada tayangan korbannya juga (jenasah dsbnya), mungkin itu cukup untuk bikin shock therapy.

Sebenarnya palang dibuat panjang juga bagus asalkan dari pelat baja ato batangan rel, cuma motor untuk menaik/turunkannya ya harus disesuaikan.

Bisa jg tetap pake palang kayu, dipanjangin tapi palangnya dililit kawat berduri atau ditancapkan beberapa paku beton yang panjang-panjang menghadap ke pengguna jalan

Atau mungkin lebih modern dikit, dibawah palang dibikin penghalang dari paku baja yang bisa menggemboskan ban kalo di langgar.

Atau palang baja yang bisa keluar dari bawah seperti yang ada di istana.

Pilihan sih banyak tapi uang yang menentukan

daripada PJL-nya yang dipasang CCTV,,,mending keretanya yang dipasang CCTV,,, kan kecelakaan banyak sebabnya....???
siapa tau kerekam kejadian aneh misal orang bunuh diri di rel,,,,kebo/kambing masuk rel ??!!!Xie Xie

Setujuh bangetz...... Top Banget

daripada dipasang CCTV di dalam KRL yang sekarang -_-
[Image: hira148591.gif]
"Memburu kereta api keseluruh nusantara."
Facebook : https://www.facebook.com/spoor.hunter
Reply
(13-12-2013, 09:49 PM)spoor_hunter Wrote:
(13-12-2013, 08:53 PM)rfsampingan Wrote:
(13-12-2013, 03:30 PM)POERWOKERTO +75M Wrote: Sebenarnya mungkin banyak ide2 atau saran2 yang bagus untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan di perlintasan KA, tapi realitanya kembali lagi ke "adakah uang yang cukup untuk membuatnya?"

Klasik lah, ide/saran yang baik dengan harga yang murah meriah tentu akan lebih diminati untuk diujicobakan/dibuat kan?

Bagaimana jika:

1. Setiap perlintasan KA yang rawan dipasangi CCTV oleh TMC Polda Metro Jaya, video outputnya bisa diliat di PT KA dan di TMC.

2. Kalian tau kan tv layar lebar yang biasanya dipasang di jalan2 besar yang isinya iklan itu? Coba pasang tv itu di beberapa perlintasan rawan dan tayangannya adalah kejadiannya adalah kumpulan kecelakaan di perlintasan KA, kalo bisa ada tayangan korbannya juga (jenasah dsbnya), mungkin itu cukup untuk bikin shock therapy.

Sebenarnya palang dibuat panjang juga bagus asalkan dari pelat baja ato batangan rel, cuma motor untuk menaik/turunkannya ya harus disesuaikan.

Bisa jg tetap pake palang kayu, dipanjangin tapi palangnya dililit kawat berduri atau ditancapkan beberapa paku beton yang panjang-panjang menghadap ke pengguna jalan

Atau mungkin lebih modern dikit, dibawah palang dibikin penghalang dari paku baja yang bisa menggemboskan ban kalo di langgar.

Atau palang baja yang bisa keluar dari bawah seperti yang ada di istana.

Pilihan sih banyak tapi uang yang menentukan

daripada PJL-nya yang dipasang CCTV,,,mending keretanya yang dipasang CCTV,,, kan kecelakaan banyak sebabnya....???
siapa tau kerekam kejadian aneh misal orang bunuh diri di rel,,,,kebo/kambing masuk rel ??!!!Xie Xie

Setujuh bangetz...... Top Banget

daripada dipasang CCTV di dalam KRL yang sekarang -_-

semua ide bagus semua, apakah salah satu ide ini bisa terealisasi oleh PT. KAI dan dinas perhubungan.........
Reply
(13-12-2013, 10:13 PM)cez-agil58 Wrote: semua ide bagus semua, apakah salah satu ide ini bisa terealisasi oleh PT. KAI dan dinas perhubungan.........
web-nya masih ada tapi CCTV-nya malah mati ?? Bingung
sewaktu bulan januari s/d mei 2013 masih bisa jalan CCTV-nya Heran

Quote:hxxp://cctv-stasiun.dephub.go.id/pc/#
ganti tanda xx dengan tt
[Image: hira148591.gif]
"Memburu kereta api keseluruh nusantara."
Facebook : https://www.facebook.com/spoor.hunter
Reply
(13-12-2013, 08:51 AM)Dana Komuter Wrote: Maaf OOT, tapi ini salah satu perlintasan KA (Permatah Hijau) yang akan dibangun underpass dr sekian banyak perlintasan KA yg pra bulan April 2014 nanti akan dibangun atas prakarsa Jokowi sang Gubernur DKI...

Apa tanggapan teman2 sekalian???Bethe
Yang belum tahu situasinya, di PJL ini dikhususkan utk kendaraan 1 arah saja... Tp pada kenyataannya dijadiin 2 arah meski ada tanda larangan... Mrk rela melanggar rambu2 hanya krn ngindarin macet di putaran arah menuju jemb layang Permata Hijau arah ke rpapatan ITC Permata Hijau yg berada di sisi selatan PJL kira2 1/4 km jaraknya...
Bethe
Makanya lampu lalin nyala hijau dr atah arteri Pd Indah yg hendak ke Palmerah mesti ekstra hati2 kl lagi lengang bisa2 dtg kendaraan dr lawan arah yg melanggar spt ini...
Video saya tuh Ngakak

Susah juga sih disitu, soalnya letak putarannya juga gak strategis. Ada PJL satu lagi sih didepan kalau misalnya gamau repot macet di putaran jembatan (Kalau dari perempatan yang gak boleh kekanan, lurus aja sejauh paling 300m), cuman sayangnya disitu gak dipasang palang pintu, dan jalannya sempit karena lewat perkampungan. Meski begitu tetep rame

Tampaknya memang pengaturan lalu lintas wajib ditata ulang lagi deh di jalan tsb. Letak jalannya serba salah semua

Reply
Sebenernya untuk mengurangi kecelakaan nggak perlu ditambah'i teknologi aneh-aneh lagi. Cukup dengan menyesuaikan waktu tutup palang dengan waktu kereta lewat.

Di Amerika, dapat dipastikan sekitar 10 detik setelah palang nutup, kereta pasti lewat. Dengan demikian masyarakat lebih "percaya" dengan palang pintu.

Di Indonesia waktu antara palang pintu nutup dengan waktu kereta lewat gak tentu. Kadang semenit lewat, kadang lima menit baru lewat. Nah, kondisi inilah yang menyebabkan masyarakat nekat menerobos.
MENEROBOS PERLINTASAN
DAPAT DIJATUHI
HUKUMAN MATI DI TEMPAT
Reply
(15-12-2013, 07:23 AM)ArdWar Wrote: Sebenernya untuk mengurangi kecelakaan nggak perlu ditambah'i teknologi aneh-aneh lagi. Cukup dengan menyesuaikan waktu tutup palang dengan waktu kereta lewat.

Di Amerika, dapat dipastikan sekitar 10 detik setelah palang nutup, kereta pasti lewat. Dengan demikian masyarakat lebih "percaya" dengan palang pintu.

Di Indonesia waktu antara palang pintu nutup dengan waktu kereta lewat gak tentu. Kadang semenit lewat, kadang lima menit baru lewat. Nah, kondisi inilah yang menyebabkan masyarakat nekat menerobos.

dari arah Pondok Ranji ke Kebayoran 50 meter sebelum lokasi kejadian kini di pasang rambu Semboyan 35 dan lingkaran kuning besar dangan lingkaran hitam pada bagian luarnya, ada yang tau semboyan apa ini?
[Image: ea67c397-dedf-443b-a5c1-0408afb83bbf_zps4948e7b7.jpg]
Kalimaya heading to Merak via Pondok Ranji station
Reply
(15-12-2013, 07:23 AM)ArdWar Wrote: Sebenernya untuk mengurangi kecelakaan nggak perlu ditambah'i teknologi aneh-aneh lagi. Cukup dengan menyesuaikan waktu tutup palang dengan waktu kereta lewat.

Di Amerika, dapat dipastikan sekitar 10 detik setelah palang nutup, kereta pasti lewat. Dengan demikian masyarakat lebih "percaya" dengan palang pintu.

Di Indonesia waktu antara palang pintu nutup dengan waktu kereta lewat gak tentu. Kadang semenit lewat, kadang lima menit baru lewat. Nah, kondisi inilah yang menyebabkan masyarakat nekat menerobos.
Penyesuaian waktu buka tutup palang pintu tidak bisa diterapkan di semua perlintasan khususnya yang berada di Jakarta.

Saya ambil contoh di Jakarta aja ya (karena sering liat). Contohnya JPL 36 Jalan Kramat Sentiong, Jakarta Pusat. Pada jam2 tertentu, itu perlintasan asli padat banget. Sering kali genta sudah bunyi tapi perlintasan macet. Sehingga petugas terpaksa memberi isyarat KA untuk berhenti kira2 100-200m sebelum perlintasan.

Tapi walaupun ada penyesuaian, katakanlah jarak di atas 300meter genta berbunyi, tetap aja ada pengguna jalan yang akan tetap "senang" menjalani kebiasaan menerobos. Mind set-nya udah no fear factor
[Image: 00031_Iansbiggrandma_1Oktober2008_NEW320x240.jpg]
Murtini

Lahir: Purwokerto, 12 Desember 1950
Wafat: Jakarta, 17 Juli 2012

Selamat jalan mama. Kelak kita akan bertemu kembali.

Semboyan 40, 41, mama aman berangkat.
Reply
(15-12-2013, 11:08 AM)POERWOKERTO +75M Wrote:
(15-12-2013, 07:23 AM)ArdWar Wrote: Sebenernya untuk mengurangi kecelakaan nggak perlu ditambah'i teknologi aneh-aneh lagi. Cukup dengan menyesuaikan waktu tutup palang dengan waktu kereta lewat.

Di Amerika, dapat dipastikan sekitar 10 detik setelah palang nutup, kereta pasti lewat. Dengan demikian masyarakat lebih "percaya" dengan palang pintu.

Di Indonesia waktu antara palang pintu nutup dengan waktu kereta lewat gak tentu. Kadang semenit lewat, kadang lima menit baru lewat. Nah, kondisi inilah yang menyebabkan masyarakat nekat menerobos.
Penyesuaian waktu buka tutup palang pintu tidak bisa diterapkan di semua perlintasan khususnya yang berada di Jakarta.

Saya ambil contoh di Jakarta aja ya (karena sering liat). Contohnya JPL 36 Jalan Kramat Sentiong, Jakarta Pusat. Pada jam2 tertentu, itu perlintasan asli padat banget. Sering kali genta sudah bunyi tapi perlintasan macet. Sehingga petugas terpaksa memberi isyarat KA untuk berhenti kira2 100-200m sebelum perlintasan.

Tapi walaupun ada penyesuaian, katakanlah jarak di atas 300meter genta berbunyi, tetap aja ada pengguna jalan yang akan tetap "senang" menjalani kebiasaan menerobos. Mind set-nya udah no fear factor

betul. Yang dibutuhkan sebenernya bagaimana caranya merubah mindset pengguna jalan ketika melintasi perlintasan Kereta Api agar ketika sirine sudah berbunyi ikhlas menunggu.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)